Empu Djiwo Diharjo, sang maestro keris dari Banyusumurup, Imogiri Bantul Yogyakarta

Dalam kesempatan Liburan ke Yogya kali ini, saya sengaja membekali diri dengan sebuah alamat yang saya dapat dari Internet, yaitu tentang seorang empu keris yang cukuk terkenal tidak saja di kalangan penyuka keris tapi juga sampai ke pembesar di negeri ini, juga para ningrat dari negeri tetangga.

Memang tidak mudah untuk mencapai rumah kediaman sekligus workshop & showroomnya.
Bagi saya yang bukan orang Yogya ternyata tidak mudah untuk mencari rumah sang Empu Keris yang lebih dikenak dengan panggilan Empu Djiwo Diharjo. bahkan walau sdh di menggunakan GPS sekalipun kami masih saja harus beberapa kali bertanya kepada penduduk setempat bahkan sampai ke Kantor Polisi pun kami sambangi guna mendapatkan arah jalan yang benar menuju rumah sang Empu keris yang berada di lingkungan desa Banyusumurup.

Memasuki desa Banyusumurup ternyata tidak semudah dugaan kami untuk langsung mendapatkan lokasi rumah sang Empu.
Yang ada didalam bayangan saya, sesuai apa yang saya baca dari Internet dengan foto2 para pengrajin keris sedang bekerja ternyata tidak kami jumpai. yg saya tahu desa Banyusumurup itu adalah sebuah desa sebagai sentra kerajian pembuatan keris, tapi saat itu kami tidak melihat tanda2 adanya pengrajin keris, baik dari suara tempaan besi ataupun pembuatan warangka. Jalan desa lingkungan di sekitar yang menurut saya tidak jauh dari makam raja2 Imogiri tsb. Sangat sepi. Yang kami lihat sebagian warga memelihara sapi. Sekali lagi kami nyasar masuk kedalam area pemakaman keluarga. di sana kami bertanya kepada penjaga makam tetang rumah sang Empu keris Djiwo. Dengan ciri2 lokasi yang diberikan sang penjaga makam barulah kami dapat menemui lokasi rumah sang Empu Keris.

Rumah Mpu Djiwo berada dibawah jalan desa yang kecil dimana untuk menuju rumahnya mobil sewaan terpaksa kami parkir di pinggir jalan dan kami turun kebawah dengan meniti tangga batu yang ada.

Rumah Mbah Djiwo, seperti kebanyakan rumah jawa Yogya pada umumnya berbentuk Joglo dengan ruang tamu yang cukup luas. Di depan rumah tampak sebuah patung orang jawa lengkap dengan beskap dan blangkon duduk bersila. Saya tidak tahu itu patung siapa, tapi bisa saja itu adalah patung bapaknya Mbah Djiwo Dihardjo atau justru patung mbah Djiwo Dihardjo sendiri.

Setelah di persilahkan masuk oleh seorang ibu, yang menurut kami adalah istri dari Mbah Djiwo, nggak lama kemudian Sang Mpu Keris, Mbah Djiwo Dihardjo muncul dan menyambut kami dengan sangat ramah. Diawal pembicaraan kami sempat bertanya kenapa tidak dipasang papan nama agar memudahkan tamu2 dapat menemui rumah kediamannya. Mbah Djiwo mempunyai alasan2 tertentu untuk tidak memasang nya.

Saya memperkenalkan diri bahwa kami ini dari Kalimantan dan mengetahui alamatnya dari sebuah situs di Internet dan berniat melihat workshop serta hasil keris & tombak yang dihasilkan dari bengkel kerjanya Empu Djiwo Dihardjo.
Perlu saya jabarkan bahwa kedatangan saya ke tempat Empu keris Djiwo Dihardjo adalah selain melihat hasil karya nya juga ada keinginan untuk memesan beberapa aksesoris yang berhubungan dengan senjata tombak. Saat ini saya sedang mengerjakan beberapa tombak dengan mata tombak pamor dan batang kayu tombak dari kayu ulin. Hanya saja saya kesulitan didalam membuat beberapa aksesoris (slongsong) tombak sehingga hal itulah yang membuat saya untuk mengunjungi tempat workshopnya Empu Djiwo.

Ruang tamu mbah Djiwo cukup luas dengan beberapa kursi tamu. di dinding tampak ada beberapa foto2 lukisan para raja Jawa, juga banyak sekali tertempel seperti sertifikat, penghargaan2. Juga ada beberapa keris yang terpajang. Di sudut lebih dalam tampak ada seperti eltalase yang berisi keris2 serta tombak2 yang di pajang cukup rapih.

Dari pembicaraan dengan Empu Djiwo yang saya anggap sangat terbuka didalam berbicara soal dunia per Kerisan, baru saya mengetahui bahwa jumlah macam2 pamor untuk keris itu ada sekitar 120 macam pamor. Dari teknik lipatan pembuatan keris, disebutkan bahwa yang paling simple / pendek adalah sekian kali lipatan semetara ada juga yang lipatan dibuat ber ulang2 dalam membentuk sebuah pamor.

Berbicara soal bahan2 metal pembuatan keris, Empu Djiwo mengatakan selain bahan2 baja yang didapat di lokalan, maka salah satu bahan metal untuk pembuatan keris yaitu Nikel, maka bahan Nikel yang didapat dari Jerman.

Sesekali sambil berbicara tentang keris, Empu Djiwo Dihardjo memperlihatkan beberapa senjata yang cukup tua antara lain, tombak Mojopahit ke 3 serta senjata kujang khas jawa barat. Saya sendiri masih tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Majapahit ke 3.

Saya akui sangat mengasyikan mengobrol sama Empu Djiwo Dihardjo. Orangnya sangat terbuka. Ketika saya tanyakan soal keris pesanan Raja, sang Empu menceritakan bahwa memang betul bahwa orang nomer satu di keraton Yogyakarta waktu itu, memang memesan keris kepada Ayahanda nya. Keris tsb. Konon bertaburan dengan batu2 mulia seperti berlian. dan Ayahanda Empu Djiwo juga diberikan gelar kebangsawanan. Sang Empu Djiwo sebagai generasi penerus pun juga mempunyai gelar kebangsawanan, hanya saja di kartu nama yang saya terima, gelar tsb. tidak di cantumkan.

DI AKUI NEGARA TETANGGA.
Bahwa ke Empu an nya soal keris juga di akui oleh Beberapa Bangsawan Negara Tetangga. Bahwa belau menceritakan tentang penguasa Brunei Darussalam. Hanya saja beliau tidak menceritakan tetang berapa dan keris jenis apa saja yang pernah dibuat untuk pesanan2 tersebut. Pernah ada pesanan sebuah senjata. Saya lupa keris atau tombak, dimana tebal senjata bagian bawah sampai mencapai diameter 2 Cm sedangkan di ujung senjata tsb. ketebalannya sampai 1 cm dengan panjang bilah sekitar 30 cm. Empu Djiwo sendiri tidak tahu persis tentang permintaan pesanan dengan spesifikasi seperti itu.
Saya sempat di perlihatkan sebuah keris yang diambil dari sebuah almari. Dengan berbungkus kain beludru merah, keris tsb. Nampak sangat indah sekali dengan warna ke emasan nya. Kalau dari model warangka nya saya mencoba me nebak2 bahwa keris tsb. bukanlah type keris khas Jawa, juga bukan keris Khas Bali. Sang Empu mengatakan bahwa keris tsb. adalah pesanan khusus dari ex RI 2. Warangka dan gagang keris seluruhnya berbahan dasar perak dengan dilapisi emas serta ada beberapa batu2an berwarna merah, baik di warangka maupun di gagang keris tsb. kalau saya melihat bilah kerisnya, sepertinya tidaklah terlalu istimewa di mata saya. Dan hal tsb. sepertinya di iya kan oleh sang Empu. Bahwa keris tsb. lebih kepada dipakai pada saat acara2 khusus saja bagi si pemiliknya. Sepintas saya melihat ada beberapa keris sejenis yang tersimpan di almarinya.
Selain itu saya juga melihat banyak sekali sertifikat penghargaan yang terpajang di salah satu dinding ruang tamu, baik yang diberikan oleh institusi pendidikan juga dari kelompok masyarakat tertetu. Di sisi lain saya juga melihat 2 buah foto dimana sang Empu menerima penghargaan dari orang no satu saat ini yaitu Bpk. Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) yang kata sang Empu baru di terima nya bulan Januari 2013 yang lalu.

BENAR-BENAR EMPU
Ketika saya berbicara tentang bilah tombak pamor buatan Pakistan yang pernah saya pesan dari seseorang pengerajin pisau di Bandung, beliau pun mengerti betul karakter bilah pamor buatan Pakistan tsb. dimana pamornya hanya pada sisi luarnya saja. Saya benar2 kagum dengan sang Empu.

Di rak eltalase dimana terdapat banyak ber macam2 keris, baik yg warangkanya sdh jadi maupun masih dalam proses penyempurnaan, sang empu mengeluarkan sebuah Mandau yang katanya pemberian dari seorang bupati dari Kalimantan Timur. Sekilas saya melihat bahwa Mandau tsb. adalah Mandau yang biasa saja yang banyak di jual di toko souvenir di Balikpapan maupun samarinda, bahkan lebih sederhana lagi karena tidak ada aksesorins hiasan dari bulu2 yang biasanya kombinasi warna merah serta beberapa tulang / gigi dari babi hutan yang bisanya bergantungan pada sarung mandau. Dugaan saya itu ternyata dibenarkan oleh sang Empu. Menurut Empu Djiwo, pernah ada seorang bupati mengirim beberapa pembuat Mandau di daerahnya untuk belajar membuat bilah Mandau agar kwalitasnya nya lebih bagus lagi. Jadi seperti magang begitulah.

Saya juga bertanya tentang kemungkinan adanya pembuat keris dari negara jiran yang ingin memperdalam ilmunya di bidang perkerisan. Sang Empu tetap terbuka dengan hal tsb. hanya saja tentu tidak semua ilmunya di keluarkan.

Sayang saya tidak bisa ber lama2 mengobrol dengan sang Empu Keris dari desa Banyusumurup. Tapi kesan yang saya terima beliau memang seorang Empu dengan segudang pengalaman dibidang perkerisan yang diturunkan dari ayahanda nya. Pengakuan2 baik nasional maupun internasional sdh diterima nya. Hasil keris buatan nya pun sebagian sudah menjadi koleksi para bangsawan di negara ini maupun negara tetangga.
Saya sendiri tidak sempat bertanya soal harga atau biasanya ada yang menyebut mahar untuk sebilah keris hasil buatannya. Keris2 hasil buatan sang Empu bukanlah keris2 kodian yang banyak dijual di toko Souvenir. Oleh karena keris tsb adalah benda seni yang bernilai tinggi, maka soal harga itu menjadi hal yang bersifat personal antara para kolektor dan sang Empu Keris, khususnya untuk pesanan keris2 tertentu.

Hasil keris buatan bengkel kerja Empu Djiwo juga bisa dilihat dan di cari di pasar seni Gabusan sekaligus sebagai showroom nya selain di rumahnya sendiri. Alamat lengkapnya adalah Pasar seni Gabusan los 15 Kav 3.
Tulisan ini tidak bermaksud sebagai iklan soal hasil keris buatan empu Djiwo Dihardjo, tapi lebih kepada membagi informasi tentang seorang Empu keris dari desa Banyusumurup Bantul Yogyakrta.

Kalau ada yang tertarik mengunjungi nya maka alamat lengkapnya adalah: Empu Keris Djiwo Dihardjo, desa Banyusumurup Girirejo Imogiri, Bantul Yogyakarta. No hp 08122749019.

Bila akan berkunjung ke rumah beliau, maka petunjuk jalan yg perlu diketahui adalah apabila anda sudah memasuki desa Banyusumurup maka +/- 50 meter setelah melewati gapura desa, rumah beliau ada di sisi kanan. Jalan desa nya lebih tinggi dari rumah2 penduduk sekitar jadi kendaraan harus parkir di pinggir jalan dimana ada sebidang tanah tanggul yg bisa dipakai sebagai tempat parkir mobil / motor lalu jalan kaki menuruni tangga batu ke perumahan sekitar. Cari rumah yang ada patung seorang berpakaian jawa lengkap sambil ber sila. Itulah rumah sang empu keris dari desa Banyusumurup, Emp Djiwo Dihardjo.

Akhirnya saya memesan 2 bilah mata tombak dengan spesifikasi khusus. butuh waktu hampir 2 bulan untuk mendapatkan hasil dari sang Empu sebagai bagian dari koleksi pribadi. Pada saat saya kembali ke Balikpapan, saya temui artikel tentang empu Djiwo Dihardjo pada majalah Lion Air.

Untuk biography ataupun data2 tentang empu Djiwo Di hardjo dapat dibaca dibeberapa artikel tentang empu Djiwo Dihardjo di beberapa web seperti National Geographic Indonesia ataupun Jakarta pos.

tulisan ini dibuat dari hasil rekaman video yang saya buat sendiri ketika berkunjung tulisan ini tidak memuat hal2 yang bersifat klenik2 soal per kerisan karena saya sendiri tidak menyukai yang namanya klenik2 didalam dunia perkerisan.

mengutip dari Web nya National Geographic Indonesia:

“Djiwo menjadi empu keris sejak tahun 1952. Kemampuannya ini diturunkan langsung oleh Empu Supondriyo dari Kerajaan Majapahit. Djiwo yang menjadi keturunan ke-19 dari Empu Supondriyo ini, mengatakan bahwa membuat keris merupakan pekerjaan wajib yang harus dilakoni sebagai bentuk menghormati budaya leluhur”
“Keris buatan Djiwo ini digandrungi oleh banyak kalangan. Bahkan, kerisnya pun sudah melalang ke luar negeri seperti Prancis dan Belanda. “Kalau keris buatan saya berbeda dengan keris perajin lain. Di desa keris ini, hanya yang saya yang menjadi keturunan Empu Majapahit. Perajin ain hanya bisa sampai membuat aksesorisnya.”

Yogyakarta 22 May 2013

ngobrol soal keris

ngobrol soal keris

Suasana ruang tamu di rumah Empu Djiwo Dihardjo

Suasana ruang tamu di rumah Empu Djiwo Dihardjo

masih diskusi soal bilah keris

masih diskusi soal bilah keris

memperhatikan sebilah keris

memperhatikan sebilah keris

Empu Djiwo D sedang menerangkan tentang sebuah keris

Empu Djiwo D sedang menerangkan tentang sebuah keris

memperhatikan salah satu bilah keris yang ada di eltalasi

memperhatikan salah satu bilah keris yang ada di eltalasi

keris raksasa yang terpajang di ruang tamu

keris raksasa yang terpajang di ruang tamu

beberapa keris dengan warangka yang belum maupun yang sudah jadi

beberapa keris dengan warangka yang belum maupun yang sudah jadi

koleksi keris yang ada didalam eltalase

koleksi keris yang ada didalam eltalase

beberapa warangka keris yang belum di lengkapi dengan sarung dari kuningan

beberapa warangka keris yang belum di lengkapi dengan sarung dari kuningan

kartu nama yg saya terima ternyata sangat membantu saya

kartu nama yg saya terima ternyata sangat membantu saya

Djiwo-dihardjo-22

Dapur pembuatan kersis. sayang pada saat saya datang tidak ada kegiatan penempaan

Dapur pembuatan kersis. sayang pada saat saya datang tidak ada kegiatan penempaan

suasana ruang tamu dan showromm keris dirumah empu Djiwo D

suasana ruang tamu dan showromm keris dirumah empu Djiwo D

sertifikat & piagam penghargaan tersusun di dinding ruang tamu

sertifikat & piagam penghargaan tersusun di dinding ruang tamu

sang Empu Djiwo Diharjo

sang Empu Djiwo Diharjo

keris pesanan khusus Ex RI-2 warangka perak sepuh emas

keris pesanan khusus Ex RI-2 warangka perak sepuh emas

Mata tombak pesanan khusus

Mata tombak pesanan khusus

2 mata tombak kembar, pesanan khusus

2 mata tombak kembar, pesanan khusus

sisi lain dari bilah tombak pamor pesanan khusus

sisi lain dari bilah tombak pamor pesanan khusus

ada ornamen dari kuningan yang berada di tengah bilah tombak

ada ornamen dari kuningan yang berada di tengah bilah tombak

tombak-Djiwo-dihardjo-5

sisi ujung bilah tombak kembar

sisi ujung bilah tombak kembar

pamor tombak pesanan khusus

pamor tombak pesanan khusus

17 Tanggapan to “Empu Djiwo Diharjo, sang maestro keris dari Banyusumurup, Imogiri Bantul Yogyakarta”

  1. terimakasih infonya pak, sangat bermanfaat.

  2. info bapak kompas bagi saya.. matur nuwun.

  3. Terimakasih banyak atas infonya.
    Saat ini saya dan teman2 kebetulan sedang berencana untuk melakukan penelitian mengenai sentra pembuatan keris disana, untuk memenuhi tugas dari salah satu mata kuliah.
    Kira2 beliau berkenan tidak ya pak untuk sekedar kami wawancarai perihal untuk memenuhi tugas kuliah seperti itu? hehe

  4. Terimakasih banyak atas infonya.
    Saat ini saya dan teman2 kebetulan sedang berencana untuk melakukan penelitian mengenai sentra pembuatan keris disana, untuk memenuhi tugas dari salah satu mata kuliah.
    Kira2 beliau berkenan tidak ya pak untuk sekedar kami wawancarai perihal untuk memenuhi tugas kuliah seperti itu? hehešŸ˜€

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Mas Irwan, Insya Allah Mbah Djiwo Dihardjo berkenan menerima adik2 Mahasiswa untuk wawancara. Menurut saya beliau cukup terbuka dan dari apa yang saya lihat dari piagam2 yg di pajang di salah satu dinding ruang, ada dari kelompok mahasiswa juga yang sepertiinya juga melakukan kerja praktek atau sejenisnya. ada baiknya adik2 mahasiswa bisa kontak terlebih dahulu dengan beliau untuk mengutarakan maksud dan tujuan nya. No HP beliau saya tulis juga di artikel ini.

      Semoga penelitian adik2 ke tempat Mbah Djiwo Diharjo berjalan lancar.

      Salam

  5. kalo boleh tau berapa mahar untuk pesanan tambak kembarnya

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Pak Dwi, seingat saya 1 bilah mata tombak dimaharkan sekitar 1.5 jt. saya lupa nilai pasti nya. butuh waktu sekitar 1.5 bulan untuk menghasilkan 2 bilah tombak tsb.
      bilah mata tombak tsb.

      Salam
      SYT

  6. Hermanto Magnet Yogya Says:

    Saya tadi lihat tv , memang masyarakat Bantul luar biasa .. sebagai travel agent saya besuk akan kesana >>>

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Rumah Empu Djiwo memang menarik untuk di kunjungi. beliau enak untuk di ajak bicara soal senjata tradisional yang dibuatnya. ilmunya sangat sarat.

      • Dwi Iswahyudi Says:

        kalo saya pesan bisa ndak lewat online?

      • suyanto hadimihardjo Says:

        Mas Dwi, Yang saya tahu Empu Djiwo belum punya Web / jualan online. sebaiknya sih kalau ada kesempatan bisa datang ke kios / toko nya atau ke rumahnya. atau telp saja ke no telp yg saya tulis. untuk komunikasi lainnya beliau mengandalkan cucu nya yg menggunakan BBm untuk komunikasi kiri gambar contoh keris yg akan di pesan.

        Salam

      • Dwi Iswahyudi Says:

        mas ada pin bbnyakah

      • suyanto hadimihardjo Says:

        Mas Dwi, kalau pin BB cucu nya empu Djiwo Dihardjo yg menjembatani saya dan empu Djiwo ada. PIN 316EB01C namanya Nana. kalo Empu Djiwo pake HP yg masih cukup sederhana. silhakan invite saja. waktu saya kirim design pesanan mata tombak saya kirim via BB ke cucu nya.

  7. WOW….
    menarik bgt tu tombaknya,ada pamor gambar cakra…

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Mas Eko, itu yang desain oranamen cakra nya adalah Empu Djiwo sendiri. saya hanya minta agar tombak diberikan ornamen tapi bukan dalam bentuk mahluk hidup / khayalan seperti naga dsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: