men-test kehandalan sang Legenda (katana Sword)

Siapa yang nggak mengenal nama Samurai atau Katana. benda itu begitu melegenda di dunia senjata tajam. Anak kecil pun akan tahu nama sejata / pedang khas Jepang. karena banyak film kartun jepang di TV yang menggambarkan para pendekar nya membawa pedang sakti nya. sayangnya sudah terlanjur Orang Indonesia pada umumnya menyebutnya sebagai “Samurai”. Padahal samurai bukanlah nama pedang khas Jepang tapi lebih kepada spirit pendekar2 Jepang.

Jenis Pedang khas jepang sendiri banyak punya nama. dalah hal ini sebut saja salah satunya Katana. kalau di Indonesia “Katana” lebih banyak dikenal dari sebutan salah satu jenis kendaraan produksi Suzuki, dimana juga ada jenis Samurai.

Mencoba memesan sebuah pedang katana kepada salah satu ahli pembuat sejata tajam di Bandung yaitu Dadang Karibou, ternyata harus mempunyai kesabaran yang cukup tinggi untuk menunggu. ada beberapa bahan yang biasanya dipakai untuk membuat pisau ataupun pedang. Sebut saja yang paling mudah adalah dari bahan per mobil, selanjutnya bahan standard buat pisau yaitu jenis D2 dan selanjutnya adalah bahan campuran. atau sebut saja yang umum adalah pamor yaitu bahan campuran baja, nikel dan bahan2 metal lainnya yang hasil akhirnya bisa dilihat dimana mata pedang seperti kayu, berserat indah dipandang.

Beda dengan pembuatan pisau2 pamor, maka pedang Jepang atau sebut saja katana juga mempunyai serta pamor atau orang jepang bilang hamon. hanya terlihat pada  setengah sisi mata pedang yang tajam.

Pembuatan pedang pamor lebih sulit daripada membuat sebilah pisau pamor. hal ini dikarenakan pedang tsb. mempunya bilah yang lebih panjang dan melengkung. dibuthkan teknik pembakaran dan penempaan yang tepat serta penempa yang harus mempunyai fisik yang fit. bahan metal itu tentunya di tempa ratusan kali dengan puluhan lipatan2 sehingga menghasilkan pamor / hamon yang sesuai keinginan. proses hardening pun dilakukan secara cermat  dan hati2. kalau sekedar di celup di air dingin maka bisa jadi bentuk lengkung pedang menjadi tidak sesuai yang di inginkan.

Untuk membuat 1 pedang jepang / Katana dari bahan pamor dibutuhkan waktu yang cukup lama. itupun kalau sekali buat langsung jadi. artinya tidak terjadi kegagalan akibat bahan2 metal tidak merekat kuat saat dilakukan penempaan dan pelipatan ygn ber ulang kali.

Siapa bilang katana berkwalitas hanya bisa di buat di jepang. Soal Pisau atau senjata tajam, para pembuat pisau di Indonesia tidak kalah hebatnya dengan pembuat pedang di jepang. mereka terus ber experimen dengan bahan2 metal yang ada, yang tak kalah pentingnya mereka juga mempelajari teknik2 pembuatan senjata tajam, termasuk membaca literatur2 bahan2 metal, teknik pembakaran, penempaan, pelipatan sampai hardening dan finishing. Contoh yang simple saja produknya T. Kardin. dan Dadang Karibou serta banyak perajin2 senjata tajam. mulai dari Sukabumi, Tasik sampai Jawa Timur.

Penasaran dengan pesanan khusus yg nilai harganya tidaklah murah, maka saya mencoba mengambil resiko untuk mencoba kehandalan pedang Jepang yang saya pesan. butuh waktu hampir 3 bulan untuk mendapatkan pedang tsb.  resiko yang akan saya tanggung adalah pedang itu akan rusak dari oleh rencana pengetesan.  Kalau dilihat dari tayangan TV bagaimana sang Samurai mencoba ketajaman Katanya yg di punyai adalah dengan menggulung bahan seperti tikar, di bedirikan dan kemudian di tebas. Saya sendiri cukup bingung juga bagaimana mencoba ketajaman dan kekerasan pedang yg baru beberapa hari saya terima.

Alhasil saya mengambil resiko tinggi yaitu mencoba dengan 2 media yang berbeda sebagai bahan uji coba. pertama adalah batang pohon palm kecil (lihat foto). dan ke 2 adalah tubing aluminium (pipa aluminium) ukuran 1 Inci.

Dari hasil uji coba ke 2 pedang yang saya punya, maka pedang Katana produk Dadang Karibou, tidak bisa memotong langsung batang pohon palm. mungkin saja posisi / kuda2 serta power saya kurang pas. Uji coba selanjutnya adalah pedang buatan ex lokal samarinda. oleh karena bilah pedang lebih besar, panjang dan lebih pipih, maka sekali tebas, batang pohon palm tsb. langsung putus.

Uji coba ke2 adalah dengan tubing Aluminium. sayangnya pipa yang saya tancapkan di tanah itu tidak cukup kuat menahan ayunan pedang jepang, sehingga sempat tercabut dan terlempar serta bengkok di titkk sabetan. Kali ini saya tidak mencoba menggunakan pedang jepang buatan ex samarinda.

Dari hasil uji coba tsb.  saya lalu melihat sisi mata pedang yang tajam yang menebas ke 2 benda tsb. Secara umum, tidak ada perubahan ketajamannya. artinya mata pedang yg mengenai pohon palm ataupun tubing aluminium tsb. tetap tajam sama seperti sisi lain yang tidak bersentuhan dengan media uji coba nya. sayang saya tidak sempat foto kondisi tubing aluminium hasil test.

Hasil dari semua testing tsb. berkesimpulan bahwa selain bentuk nya yang indah, pedang koleksi saya juga berfungsi apa adanya. 

Sekali lagi bahwa senajta tajam seperti itu buat saya bukanlah dibuat untuk dipakai untuk melukai mahluk hidup apalagi membunuh manusia. hal ini sebagai hobby saja sekaligus memberikan appresiasi kepada pembuatnya sebagai benda seni.

Bontang 28 Nov 2010

 

4 Tanggapan to “men-test kehandalan sang Legenda (katana Sword)”

  1. rony budyanto Says:

    di mana ya beli katana di samarinda?

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Wah sebetulnya saya beli tidak langsung ke pembuatnya, tapi orang ke 2 yg masih punya hub. saudara. saya sendiri belum pernah ke workshopnya di Samarinda. kalau ancer2nya katanya alamatnya nggak jauh dari terminal bus lempake.
      dari hasil buatanya maka hasil tsb. cukup rapih dan bagus.

  2. afian masluhi Says:

    gak kepengen ngetes pedang damaskus.?

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Mas Afian, pedang Katana yang saya test tsb. sebetulnya prosesnya pembuatannya sama seperti model Damaskus. yaitu dengan proses tempa dan lipatan2 sehingga muncul pamor. (jika itu yang bapak maksud). tapi kalau pedang Damaskus yang bapak maksud, saya tidak punya.

      Salam
      SYT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: