SEMUA PUNYA USIA

Kakak saya yang kebetulan mencoba membantu kami dalam menata kembali barang2 di rumah baru, secara tidak sengaja gagal membawa sebuah guci. Guci itu terjatuh dan pecah. Namun Istri saya dengan ringanya berkata “Tidak apa2 Mas, mungkin sudah umurnya segitu”. Kata2 itu pada awalnya sih seperti biasa saja di telinga saya. Ya mungkin sekedar basa basi istri saya kepada kakak laki2 saya.  Selang berapa waktu saya mencoba iseng2 tanya tentang guci yang pecah. Guci itu dibelinya dari uang yang ditabungnya dari saya.

“Ma kho bisa gucinya pecah sih.. saya iseng membuka pembicaraan.

‘Lho jangankan guci, kepala kita saja bisa pecah kho.. emang ada apa pah ?…

“Kemarin itu kan salah satu guci kesukaan mana. Pancing saya lagi.

“Begini pah, Mamah sih nggak nyesel guci itu pecah. Juga nggak marah sama Kakak Papa, atau apapun. Yang pasti mamah ini menyakini guci itu umurnya Cuma sampai kemarin. Apapun yang mengakibatkan guci itu pecah. Itu bukan masalah.

 

Lama juga saya memikirkan kata2 Istri saya. Sebetulnya memang tidak ada yang salah. Semua yang ada di dunia ini pasti punya umur. Dunia saja punya umur entah berapa lama lagi kiamat datang. Manusia, tumbuhan, Binatang, semua punya umur dimana suatu saat yang hidup itu akan mati. Benda mati pun punya umur. Paling tidak kematiannya benda itu dengan cara berubah bentuk. Seperti guci yang pecah, mobil yang hancur tabrakan. Rumah yang hancur kena banjir atau kebakaran. Duit di dompet yang hilang di curi atau habis di belanjakan dsb.

 

Ada benarnya sih. Jadi kalau demikian bagaimana memperpanjang umur. Ya tentunya kalau itu mahluk hidup tentu nantinya juga akan mati. Tapi agar tidak cepat mati ya tentu perlu perawatan. Kalau manusia itu hidup dalam lingkaran yang sehat. Sadar dan tahu diri kalau usia sudah senja jangan neko2, sok kuat. Sebagian organ tubuh pun juga sudah mulai tidak sesempurna waktu usia muda.  Kalau barang2 seperi guci, mobil dll. Gimana. Ya tentu dirawat dan di jaga. Tapi kalau toh akhirnya hancur karena jatuh atau tabrakan. Baik itu salah kita atau bukan salah kita. Itula usia nya paling tidak berakhir sementara. Karena mungkin barang2 seperti mobil masih bisa dibetulkan kembali.

 

Jadi tidak ada yang kekal dan abadi kecuali Sang Pencipta. Seorang Ibu menangis meraung2 meratapi jenazah anak satu2nya yang di cintai. Secara manusia saya pun paham dan mahum memaklumi. Bukankah anak itu anak satu2nya. Anak semata wayang. Anak yang paling Ganteng dsb. Tapi kenapa harus mati di tusuk karena Cuma tidak memberi upeti kepada preman di pasar. Padalah kalau tau akan kejadian tsb. Saya yakin Ibu itu akan memberi 1 juta rupiah, asalkan waktu bisa dimundurkan kembali.

 

Well, dunia ini memang penuh misteri, kalau anda percaya segala bentuk ramalan, berarti anda sudah tergantung pada sesuatu tapi bukan dari sang Pencipta.  Persiapkan diri anda sebelum Sang Pencipta mengatakan “Cukup. Umurmu sampai disini saja”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: