Goa2 di Kal-Tim

Goa Tengkorak

Sebetulnya  kawasan Karst Kaltim sangat kaya akan gua2 alam. Kawasan yang terkenal sampai ke Manca Negara adalah kawasan Karst Sangkulirang dengan ratusah Gua2 alam nya. Juga Kawasan Karst Bengalon yang berjajar memanjang. Beberapa nama Gua alam bahkan sampai menyedot perhatian tim Expedisi dari luar Negeri seperti Perancis dsb. Tim expedisi dalam negeri pun tak kalah gesit untuk mencoba menyambangi gua2 alam yang ada di Kaltim. Beberapa nama gua Alam seperti Kongbeng, Tewet, Tengkorak, Liang Jon, Keboboh, Liang Sara dsb. Sudah pernah muncul di Nat. Geo. Bahkan salah satu situs rujukan tentan gua Tewet adalah situsnya Kalimantrhope. Di sangkulirang juga ada gua Ampanas dan Mardua yang di masukan dalam situs pariwisata Kutai Kertanegara.

Dari berbagai perjalanan dengan kawan2. Maka ada sebagian gua2 Alam yang pernah saya sambangi. Diantaranya adalah gua Tengkorak di sekitar Paser T.Grogot sekitar tahun 96.  Gua ini cukup unik.  Berada di ketinggian sekitar 25 meter dari atas tanah. Dindingnya Tegak lurus. Untuk menuju ke gua tsb. Kita harus menyebrangi sungai dahulu. Ada2 sungai yang berdampingan. Salah satu sungai berair jernih dan dingin tapi yang satu berwarna coklat. Tempat itu memang tempat wisata, tapi saya sudah lupa jalur dan nama nya. Saya sebut gua tengkorak karena didalam gua tsb. Terdapat banyak sekali tengkorak2 dan tulang2 manusia. Mirip seperti di T. Toraja atau Trunyan. Hanya di Gua tsb. Tengkorak2 dan tulang2 di geletakan begitu saja. Entah dari jaman kapan mulainya jazad manusia dimasukan dalam goa tsb.

 

Goa di sekitar Balikpapan.

Sebetulnya di kota Balikpapan terdapat beberapa goa. Hanya goa yang dimaksud ini sepertinya bukan goa alam tapi goa yang mungkin dibuat oleh Tentara Jepang ketika menduduki Balikpapan. Kalau kita melintasi Jalan Minyak Komp. Pertamina Balikpapan, maka sekilas akan terlihat beberapa lobang di sisi kanan jalan (dari arah Pelabuhan). Mungkin sekarang mulut goa2 tsb. Sudah di tutup atau tertutup rimbunnya pepohonan. Ada juga beberapa lobang goa di dalam komp. Pertamina disekitar perumahan untuk pekerja yang belum berkeluarga. Saya sendiri pernah melihat dari dekat lobang goa yang dimaksud. Saya sempat bertanya kepada beberapa orang yang tinggal di situ tapi semua tidak pernah tahu cerita tentang goa tsb.  Lobang Goa tsb. Cukup besar tapi kemana saja lorongnya saya tidak tahu.

 

Goa2 di sekitaran Bontang.

Sebagian topographi Bontang – Samarinda, atau Bontang – Sanggata terdapat beberapa perbukitan batu/kapur. Dari hasil penjelajahan maka sampai saat saya sudah menjambangi beberapa Gua Alam. Walau tidak besar, namun tetap membuat saya penasaran dan tetap bersemangat untuk mencari goa2 lainnya disekitar Bontang. Adapun Goa pertama yang saya sambangi adalah Gua Indratri sekitar tahun 1985. Gua ini berada di sisi belakang sebuah bukit batu dimana di sisi lainnya bukit tsb. Batunya dimanfaatkan untuk material bangunan dan jalan. Orang menyebutkan daerah tsb. Namanya Quary. Sayangnya sejak ada Tambang Indominco saya kehilangan jejak untuk kembali ke Goa Indrati. Dokumentasi yang ada hanyalah video.

Goa Air di sekitar TPA dan ex jalur HPH Kayumas. Telah saya ulas dalam blog Ini. Ada gua Mati di sekitar KM 12 dari Bontang ke Samarinda. Goa ini berada di sisi bukit batu yang sebagian batunya di tambang oleh pendatang yang menetap. Gua ini sepertinya sudah mati dan buntu karena sebagian jalur nya sudah tertutup sama tanah.

Ada 1 goa di sekitar KM 29 dari Arah Bontang – Samarinda. Konon Gua tsb. Cukup besar dan banyak kelelawar. Menurut ceritanya dulu ada seseorang bertapa didalam gua. Gua ini termasuk perioritas untuk dapat saya sambangi.

Beberapa goa lain berada pada sisi sungai santan bagian hulu. Konon dulu gua2 tsb. Terdapat banyak sarang walet  sehingga di kelola oleh beberapa keluarga. Namun cerita yang beredar kemudian terjadi cekcok dalam pengelolaanya dan akhirnya sarang dan goa tsb. Terbengkalai. Menarik juga untuk di sambangi walau transpotasi ke sana hanya bisa dengan perahu. Kalau ber perahu ke Muara maka pemandangan yang menarik adalah melihat buaya2 Sungai Santan yang beberapa bulan terakhir ini memakan korban manusia. Ah… menarik juga untuk di lihat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: