Biarkan benih itu tumbuh, Nanti kami yang akan menikmati

Sebagai seorang anak bangsa, walau mereka itu bukan anak kandung atau anak angkat, atau saudara bahkan bukan teman sekalipun. Walau mereka rata2 keturunan china atau bukan dari suku jawa atau mungkin dari kel. Yang sangat miskin. Saya secara pribadi sangat bangga dan salut. Terutama untuk Nama Indonesia. Paling tidak mereka itu sudah mengharumkan nama Indonesia di Kancah bergengsi seperti juara dalam karya2 Ilmiah. Mereka itu sebetulnya bak Berlian yang masih bisa tumbuh dan belum di asah. Mereka itu sadar atau tidak sadar adalah adalah asset bangsa yang perlu di jaga dan dirawat.

Paragraf pertama tadi itu memang fakta. Banyak sekali para anak2 pelajar Indonesia mempunyai Otak yang brilian di bidangnya masing2. Ada di Matematika, Kimia dan Biologi dsb.  Ada yang dari kel. Kaya, sedang dan mungkin miskin. Ada dari keturuan Orang tua Kaya dan Pintar, ada juga yang biasa2 atau bahkan dari orang tua yang di kehidupan awal berumah tangga saja sudah susah. Tapi bisa melahirkan anak2 yang cerdas.  Kalau dipakai logika simple, kho bisa ya. Padahal anakya Kel. A itu adalah keluarga kaya. Gizi anak2nya tercukupi bahkan sejak dalam kandungan. Tapi kenapa anak itu goblok. Padahal kalau  dibandingkan dengan kehidupan kel B. anak pertama lahir hidup saja sudah merupakan hadiah. Untuk hidup sehari2 saja susah minta ampun. Apalagi bicara gizi dan kesehatan. Ya itulah kekuasaan Sang Pencipta yang bebas menciptakan apa yang dimaukan.

Ada sesuatu dimana saya tidak sembrono ingin menyalahkan Negara. Walau saya yakin Negara juga sudah berfikir keras untuk tetap merawat asset bangsa berupa berlian2 mudah yang akan berkilau jika kelak di asah.

Dalam perjalanannya, ternyata Negara lain tidak tinggal diam melihat berlian2 yang belum di asah. Bukan saja hasil bumi, dan tambang yang dirampas sewaktu masa penjajahan, bukan juga Undang2 yang mungkin di pelintir dan dibuat sedemikian rupa oleh orang2 yang dompetnya berisi mata uang dolar, sehingga sampai saat ini kekayaan Negara masih saja tersedot dan terlindungi oleh aturan main atau mungkin undang-undang tsb.

Bukan rahasia umum lagi, banyak negara2 lain, dimulai dari Negara tetangga sampai Negara kaya untuk menawarkan pendidikan gratis. Bukan saja pendidikan. nanti pada saatnya juga perumahan atau mungkin pindah ke warga negaraan, posisi dan pendapatan yang menggiurkan. Tak lain semua itu hanya untuk Otaknya. Tidak ada orang tua yang menolak tawaran gratis itu. Bukankan semua itu demi anak2nya juga.

Sejauh ini tidak ada Negara2 yang dirugikan dalam merekut anak2 ber otak berilian karena Negara asal anak tidak mampu merawat dan menjaganya.

Ya kamu boleh berbangga sementara dengan hasil pencapaian dalam lomba Ilmiah. Dari jutaan benih yang ada di negrimu, memang ada benih2 unggul yang lebih unggul dari benih unggul kami.

tapi nanti kami akan memungut dan menikmati benih itu demi kemajuan bisnis, bangsa saya.

Simbiosis mutualistis. Saling menguntungkan. Anak2 pintar dapat belajar dan masa depan terjamin. Orang tua tidak takut akan masa depan anak2nya.

Tulisan ini bicara apa sih..?

Ini Lho Anak2 Indonesia yang pinter dan super pinter banyak di tawarkan sekolah s/d kerja di Negara kaya. Toh nantinya Negara Kaya itu akan menikmati hasilnya. Tarus Negara kita dapat apa ?.

Hanya kekaguman belaka. “Dia itu kan lahir di Indonesia, dia itu kan Anak Indonesia, dia itu masih ada darah Indonesia lho.. yang semacam itu lah tulisan yang muncul di media2 masa.

Kata Negara kaya, “Kalian boleh bangga, dan betul itu adalah salah satu benih unggul dari negara kalian, tapi maaf kami yang akan memanfaatkan Otaknya. Kapan ya bisa seperti china. mereka banyak sekolah ke luar negri, tapi di negaranya sangat menjajinkan juga sehingga mereka pun akhirnya pulang dan membangun china seperti sekarang ini…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: