Oh.. Tas Kresek

Rasanya sudah banyak himbauan, baik dari LSM dan mungkin lembaga lainnya untuk secara bijak menggunakan produk berbahan plastik, khususnya kantongan plastik atau istilah kerenya ”tas kresek”.

Tidak bisa dipungkiri, Sampah tas kresek ikut andil didalam proses terjadinya banjir di kota2 akibat laju air disungai terhambat dan tertutupi kotoran sampah plastik yang sebagian menutupi pintu2 air / penyaringan kotoran di sungai. Tidak perlu berpanjang lebar, karena semua orang paham betul akan kondisi tsb.

Tas kresek termasuk barang yang mudah didapat, murah dan serba guna.

Bahkan hebatnya lagi tas kresek kadang digunakan sebagai tempat kantongan makanan seperti, jajanan gorengan tanpa ada pembungkus/pelapis lainnya dsb. Makanan seperti gorengan2 bersentuhan langsung dengan plastik tas kresek. Padahal banyak zat kimia yang terkandung di tas tsb.

Bagaimana kita paling tidak bisa berkontribusi untuk bisa mengurangi pemakaian produk plastik khususnya tas kresek. Mulailah dari lingkungan kecil seperti keluarga kita sendiri.

Yang paling utama tentu saja komitmen pribadi dan keluarga agar  secara bijak memanfaatkan produk tas kresek tsb.

Tas kresek yg kita dapatkan dari berbagai jenis belanjaan dan keperluan adalah sudah menjadi tanggung jawab kita untuk kita kelola.

Diantara banyak cara untuk dapat mengurangi penggunaan tas kresek di lingkungan keluarga, maka pilihlah cara yang paling mudah dan bijak.

Selain tas besar bawalah tas kresek yang kita punya utuk menyimpan belanjaan seperti sayuran, cabai, tomat dll. dengan demikian kita tidak lagi menambah jumlah tas kresek yg ada di rumah kita.

Jika memungkinan mintalah belanjaan dibungkus dengan kertas koran misalnya. Atau media yang ramah lingkungan, bila kita belanja di pasar tradisional/toko.

Pembunkus dari daun jati yang dulu pernah dlgunakan oleh pasar2 tradisiional di desa kini sebagian sudah tergantikan oleh tas kresek, karena teknologi dan biaya pembuatan tas kresek sederhana dan cukup murah, dan penggunaan sudah membumi dimana2.

Bila anda sering jajan gorengan, kue dll. maka jika berkendaraan roda 4, bawalah selalu kotak tempat penyimpan makanan agar belanjaan gorengan dll dapat di simpan di tempat yang sesuai. Atau pilihlah media peyimpan jajanan tsb. dengan media yang mudah terurai/hancur misalnya kotak karton. Kertas bungkus Laminating termasuk bahan yang membutuhkan waktu untuk dapat terurai di tanah.

 

Sulit rasanya saat ini kita dapat menghindar 100% dari penggunaan tas kresek, namun kita dapat meminimumkan dalam pemakaian. Kalau kita berbelanja, usahakanlah tdk menerima tas kresek dengan cara memanfaatkan tas kresek besar untuk menyimpan / menaruh berbagai jenis belanjaan. Simpanlah tas kresek yg kita dapatkan dari hasil belanjaan agar dapat dipergunakan kembali, sehingga jumlah sampah tas kresek dari rumah kita dapat kita minimumkan.

Bagi penjual, mulailah mencari alternatif / solusi untuk dapat menggantikan tas kresek dengan media yang ramah lingkungan, walaupun mungkin menjadi tidak praktis dan  mengeluarkan biaya extra. Hal ini mermang diperlukan komitmen yang kuat.

Sejauh yang saya tahu para pakar sepertinya belum menemukan cara yang paling mudah,cepat,murah didalam mengurai sampah plastik menjadi sampah yang ramah lingkungan.

Sampah plastik yang sekarang ini dapat dilakukan daur  ulang sifatnya masih pilih2 dan tidak sebanding antara produksi sampah plastik yang dihasilkan dengan sampah plastik yang berhasil di daur  ulang.

Banyak cara, banyak solusi, banyak ragam pendapat. Intinya adalah selamatkan tanah, air dan lingkungan kita dari  kerusakan, khususnya dari salah satu limbah plastik yaitu tas kresek.

Jangan kita lari dari tanggung jawab secara moral, karena kita mungkin adalah bagian dari mata rantai bertambah banyaknya sampah plastik khususnya tas kresek yang kian lama menumpuk di TPA, tersebar di tanah, sungai dsb.

 

Mulailah dengan yang dapat kita lakukan dari diri sendiri, rumah tangga kita dan lingkungan sekitar. Kalau bukan oleh kita, siapa lagi ?.

 

Nov-2006

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: