ULIN (Eusideroxylon zwageri T).

 

Mesin router untuk memudahkan pembuatan motif

ukiran ulin dibantu mesin router

Ulin untuk tempat mandi bayi

bak mandi

Salah satu ciri khas tumbuhan Kalimantan adalah Kayu Ulin nya. Dahulu penduduk asli maupun pendatang, baik yang tinggal di pingiran hutan maupun tinggal di atas air dengan rumah panggungnya , memanfaatkan kayu ulin sebagai bagian utama dari tiang, lantai rumah, pagar, patok2 tanah, atap sirap dsb. Kayu ulin mempunyai keistimewaan yang khas yaitu selain keras, berat, juga tidak lapuk kena air bahkan justru lebih tahan lama. Ulin termasuk diantara kayu yang cukup tahan akan serangan rayap. Ulin juga hidup di sebagian hutan pulau Sumatera. Warnanya dari mulai coklat sampai ke hitam2an. Dari sisi kelemahan nya adalah dapat retak2 bila terkena suhu panas yang lama.

 Seiring perjalanan waktu, maka kayu ulin sekarang ini sudah cukup sulit di dapat. Exploitasi penebangan kayu yang kurang terkontrol dimasa lalu, serta disebabkan pula adanya kebakaran hutan, membuat populasi pohon ulin menyusut drastis. Sebagian kayu ulin yang ada di toko kayu bahan bangunan berasal dari pohon ulin yang usianya relatif muda, Padahal untuk menyemai s/d pohon ulin siap di tebang membutuhkan waktu puluhan tahun. Entahlah kalau teknologi pembudi-dayaan tumbuhan telah maju pesat sehingga tidak butuh waktu lama, seperti pohon jati yang sekarang ini sudah ada beberapa varian seperti jati super, jati Salomon dsb.

Sejauh ini sepertinya belum banyak kemajuan dalam rekayasa pembudidayaan pohon ulin agar cepat tumbuh sebagai pohon bernilai tinggi. tidak seperti pohon jati yang kini ada varietas Jati Super yang konon sudah dapat di manfaatkan dengan waktu tanam sekitar dari 5 – 10 tahun saja. Namun Dep Hut bukannya tidak merintis kearah pembudi-dayaan Ulin. di sebagian daerah Kalimantan sudah ada usaha untuk pembudidayaan pohon Ulin. Salah satu pohon ulin terbesar di Dunia yang masih hidup berada di Taman Nasional Kutai +/- 40 Km dari Bontang dengan diameter +/- 2.7 Meter. Sayangnya pohon ini pernah patah dan sudah berlubang di tengahnya. Namun pohon tetap dijadikan monument hidup dari keberadaan pohon  ulin, khususnya di Kalimantan. Dengan berkurangnya pasokan kayu ulin di pasaran maka ternyata juga menggeser penggunaan atau fungsi ulin dari sebagai bahan material bangunan, kearah yang menghasilkan nilai jual lebih tinggi seperti untuk pembuatan mebel2 dan ukiran2 serta souvenir khas motif dayak. Salah satu patokan tinggi rendahnya mebel atau karya ukir dari ulin adalah tingkat kerumitan motif, usia kayu dan lebar papan ulin yang digunakan. Semakin lebar papan ulin secara utuh, menunjukan semakin tua usia kayu tsb. dan otomatis semakin mahal pula harganya. Kisaran harga mulai dari sekitar 4 juta s/d Puluhan juta tergantung barang nya. Hal itu pula yang ternyata 7 tahun terakhir mulai diminati oleh sebagian peminat mebel2 kayu bermotif tradisional.  Berbeda dengan ukiran2 dari kayu Jati, maka rata-rata ketebalan papan kayu ulin lebih tebal dari kayu jati dalam hal pembuatan misalnya peti berukir, mebel, tempat tidur, bingkai cermin dsb. Perkembangan kebutuhan mebel ukiran kayu dari Ulin membuat mata pencaharian tersendiri bagi pencari ulin di hutan sebagia pemasok bengkel mebel. Dalam kelompok kecil mereka masuk jauh kedalam hutan untuk menebang ulin berdasarkan pesanan. Mereka juga menggunakan Kerbau sebagai alat untuk menarik balok Ulin. Biasanya mereka juga memotong2 ulin didalam hutan sesuai pesanan.

Dahulu mereka memotong ulin menjadi balok2 kayu ukuran 10X10, 5X10, dan papan ulin dengan rata2 panjangnya 4 Meter untuk kebutuhan bangunan, namun kini untuk kebutuhan Pengerajin mebel/ukiran Ulin mereka sepertinya selektif dengan mencari pohon ulin berukuran besar dan dipotong2 menjadi papan ukuran 2 meter X lebar batang dengan ketebalan hampir 4 inci.  Bisa dibayangkan papan ulin utuh dengan ukuran panjang 1.5 Meter dan lebar 1 meter serta ketebalan 4 Inci membutuhkan sekitar 8 orang untuk mengangkatnya.  Kegiatan penebangan ulin tsb. bisa jadi Ilegal, namun sejauh ini bengkel2 mebel ukiran ulin belum ada satu pun yang bahan baku nya say adengan di sita sama aparat. Ulin memang sangat keras ,padat dan berat dan cenderung tenggelam bila dimasukan kedam air. Sekarang ini bukan saja pengrajin mebel lokal yang sangat berminat mengembangkan kerajinan mebel ulin, tapi pengerajin dari Bali pun sudah mulai menaruh minatnya akan kayu ulin untuk mendapatkan papan2 ataupun bonggol akar ulin untuk disulap menjadi barang seni berkwalitas tinggi. bila dibanding jati, maka kayu ulin lebih keras bila dipahat. Ukiran Ulin tidak terlalu mementingkan tampilan motif serat kayu, karena boleh dikatakan tidak bermotif serat seperti halnya Jati. Kayu Ulin dipahat/di ukir pada saat kayu masih mengandung cukup air/ basah agar lebih mudah memahatnya. Begitu kira2 seorang pemahat ulin yang pernah bercerita kepada saya. Kerajinan mebel dan ukiran khas dayak dari kayu ulin rata-rata berbentuk peti ulin, tameng khas dayak, kursi tamu, bingkai cermin, tempat tidur. Bahkan kusen dan daun pintu berukir. Kadang untuk menuntaskan 1 Peti ukiran ulin ukuran 2 X 1 X 0.5 mtr membutuhkan waktu ber-bulan2. itu termasuk menunggu kiriman bahan baku dari pemasok.  Hal ini yang menjadikan salah satu para penggemar menjadi kian penasaran.

Salah satu ciri yang membedakan antara ukiran jati dan Ulin adalah bahwa papan ulin yang digunakan sebagai bahan dasar mempunyai ketebalan yang lebih dari rata2 tebal papan jati untuk kebutuhan yang sama. Di tempat bengkel ukiran yang saya temui, sebagian pengukir justru didatangkan dari Jepara. Nah anda tertarik dengan ukiran dari Ulin, siapkan saja kocek yang lumayan banyak untuk produk kayu yang sangat keras ini. Biasanya barang2 yangg menggunakan bahan baku papann ulin ukuran lebar tidak ready stock. Barang tsb. lebih banyak di buat berdasarkan pesanan. Kalau anda memesan tempat tidur ukuran utama, harus dipikirkan matang2 apabila akan di tempatkan di lantai II rumah anda. Hal ini karena Bobot tempat tidur itu sendiri sudah cukup berat, walau pemasangannya menggunakan system knock-down. Bila disandingkan dengan Mebel Jati, jelas dari segi tampilan serat kayu, Jati lebih unggul. Tapi kalau dari segi ciri khas, Ulin lebih exclusive karena keterbatasaan bahan baku alamnya apalagi nanti berkembangan dengan di kombinasikan perhiasan dari batu kecubung yang violet. Menurut para pengerajin, ada sedikit kelemahan kayu ulin yang dibuat untuk mebel atau benda seni / ukiran. Pada suatu saat, diantara kayu ulin itu itu seperti merekah / retak. Untuk mengatasinya biasanya para bengkel / toko mebel ulin bersedia membantu merepasasi kayu ulin yang merekah / pecah. Sekali lagi, bila di banding dengan mebel yang dibuat dengan bahan dasar kayu Jati, maka masing2 punya kelebihannya. Jati selain keras juga menampilkan keindahan serat2 kayu yang alami. Ulin lebih kepada kekerasan dan ke khas-an nya. Tidak terlihat serat kayunya, hanya kayu / papan yang dipakai cenderung lebih tebal dan berwarna coklat tua bahkan bila sudah lama akan hitam mengkilat.

Syt

 

25 Tanggapan to “ULIN (Eusideroxylon zwageri T).”

  1. Halo, dimana saya bisa memesan tameng dayak dari kayu ulin dalam gambar di atas?
    Berapa harganya mas?

    Mohon informasi & Terimakasih,
    Shinta

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Hallo Juga Mbak Shinta.
      Saya akan tanyakan lagi ke Pengerajin nya. soalnya itu tergantung bahan baku nya. info terakhir bahan bakunya yang susah didapat. apalagi dibuat dari 1 lembar papan. bukan di sambung. soal harga sekarang ini lumayan lah mbak untuk 1 pasang mungkin saat ini bisa sampai 10 Jt.
      just info tebal tameng itu sekitar 1 inchi. dikerjakan di Bontang. saya tidak tahu untuk wilayah Balikpapan atau Samarinda dsb.
      mungkin itu yang bisa saya informasikan. nanti kalau ada kabar baru saya email Mbak Shinta.

      salam

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Mbak Shinta.
      Kemarin saya baru dari bengkel ukiran dayak. Wah ternyata harga sudah naik cukup jauh. pertama karena bahan baku sudah langka. kedua barang dibuat berdasarkan pesanan. harga tameng tsb. sekarang ini antara 10 -12 Jt. rupiah kalau tdk salah dengar. tapi kalau serius banget kepingin saya kasih no HP biar langsung bicara sama yang punya bengkel. kalau harga tsb. di lepas di / di jual di Jakarta. harganya lebih tinggi lagi. harga tidak termasuk ongkos kirim.

  2. Pak saya menawarkan menjual kayu ulin ex jembatan ukuran 25x25x800cm. Perkiraan barang ada 500 balok. Lokasi Jakarta.
    Pasaran harga ulin permeter kubik brp pak ?
    Thanks.

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Mas Yulianto S.
      Kayu ulin saat ini sudah sangat sukar didapat dan harganya memang tinggi. saya tidak tahu harga pasaran per kubik kerena saya bukan pedagang. itupun mungkin juga tergantung ukuran fisiknya juga.

      Ulin termasuk kayu yang sudah “dilarang” ditebang dan di awasi ketat oleh aparat dan dinas kehutanan. sepertinya tidak ada lagi penjualan ulin antar pulau dalam bentuk demikian, kecuali dalam bentuk sudah jadi benda seni.

      tapi saya yakin kayu yang bapak tawarkan sangat bernilai tinggi sejauh kayu tsb. kodisi masih bagus dan cukup langka untuk balok panjang 800 cm (8 mtr). bisa jadi kayu itu dari Kalimantan atau juga bisa dari Sumatera.

      Sejauh yang saya tahu, untuk kebutuhan benda seni seperti tameng,meja dll. yg dibutuhkan adalah papan ukuran lebar 1.5 Mtr tebal sekitar 10 – 20 Cm dan panjang sekitar 1 – 2 Mtr. saja. itupun dari sisi legalitas kayu nya masih samar2 antara legal atau ilegal. saya lebih cenderung kayu2 yg didapat adalah abu2. hanya saja jumlahnya tidak ber kubik2.

      Saran saya, selain bapak punya surat2 resmi ex pelelangan. bapak bisa menawarkan ke Bali (sentra kerajinan) dengan membawa contoh potongan kayu atau foto2nya. saya yakin bapak bisa dapat keuntungan dengan menjual parsial, karena memang perajin2 bali sudah lama menginkan kayu ulin dari Kalimantan untuk dibuat benda seni. bahkan bonggol akarnya pun bernilai tinggi.

      Saat ini saya sedang mencoba untuk mencari solusi agar teman saya perajin ukiran ulin dapat mengalihkan ke kayu lain sebagai alternatif. di sisi lain tidak dipungkiri keuntungan membuat ukiran ulin itu cukup besar pak.
      karena memang harga nya bisa sampai puluhan juta per unit seperti misal tempat tidur dsb.
      jadi yang mereka jual itu bukan sekedar seni ukiran saja, tapi bahan baku nya pun exclusif. tidak seperti kayu jati misalnya.
      maaf kepanjangan jawab

  3. OK thanks jawabannya pak :)

  4. atasan saya mau buat lantai dari kayu ulin ukuran 6 x 2.5m.. kira-kira bisa pesan dimana dan berapa ya harganya ?

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Mbak Lina,
      apakah bisa di jelaskan lebih detail yang dimaksud lantai ini apakah seperti lantai lantai panggung atau memang lantai didalam ruangan.
      lokasi rumah ada di Kalimantan atau di luar Kalimantan.

      Pada umumnya papan ulin dipakai untuk rumah panggung atau untuk lantai di tingkat 2. dan lantai tsb di lapis lagi dengan plastik sebagai alas. seperti yg sering saya dapati di rumah2 penduduk dari kayu ulin di kota saya. kalau untuk teras luar tentu tdk di lapisi plastik.
      Sayangnya kalau rumah diluar kalimantan diluar habitat ulin, maka akan cukup sulit mendapatkan papan2 ulin. sejauh yg saya tahu tidak diperbolehkan lagi ulin dalam bentuk papan (setengah matang) di perjual belikan antar pulau. tapi kalau di Kaltim, hal tsb. bisa dicari di toko2 material kayu. tapi jangan banyak berharap mereka mau mengirimkan antar pulau. resiko nya tinggi. karena harus dilengkapi dokumen2 yang sah. seperti SAKO (surat Asal Kayu Olahan) dsb.

      Harga ulin per M3 (kubik), sudah cukup mahal. pastinya saya tidak memonitor soal harga tsb.
      Mungkin itu yang bisa saya jawab atas pertanyaan Mbak Lina.

      Salam

  5. Pak, maaf bisa minta no ‎​☎ bp Yulianto sembiring tidak? Soalnya saya mau coba beli balok bekas jembatan itu pak. Tolong dibantu. Trimakasih

    • suyanto hadimihardjo Says:

      wah kebetulan saya tidak tahu no HP nya pak Yulianto. mungkin bisa langsung email ke alamat email yang bersangkutan saja pak. mudah2an ada respons positif.

      salam

  6. pakgatod Says:

    pak saya punya ulin dari kalimantan 4 meter kubik ukuran 45cmx15cmx5meter. dulu saya disawitan lalu ada orang asli dayak yang berhutang dan membayarnya dengan ulin. kalau ada yang mau beli saya jual 10 juta saja bebas ongkos kirim. hub: 0877.3953.4967 pak gatot

  7. pakgatod Says:

    saya banyuwangi sekarang. nego bolehlah dikit.

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Pak Gatod,
      Barangnya ada di Jawa atau masih di Kalimantan pak. Kalau di Jawa mungkin tdk terlalu bermasalah. tapi kalau masih berada di Kalimantan maka bila tanpa di lengkapi dokumen2 yg sah agak repot juga pak kalau suatu saat di jalan di periksa yg berwajib. maklum Ulin kan sdh di perketat.

      • suyanto hadimihardjo Says:

        Kalau saya baca ukuran kayu ulin yang ditawarkan 45cm (lebar) X 15 cm (tebal) X 5 Mtr (panjang) maka kayu tsb. sangat jarang di temui. Ulin yg ada di pasaran panjangnya rata2 hanya 4 meter. untuk balok ulin saja ukuran 10cm X 10cm sdh sangat jarang. kalaupun dihargai 4M2 (kubik) seharga 10 jt maka menurut saya itu cukup murah hanya saja saya tdk tahu kondisi nya seperti apa. andai saja saya domisili di Jawa maka saya akan beli barang tsb.

      • pakgatod Says:

        iya pak. itu punya orang asli dayak yg berhtang kepada saya. dia membayarnya dengan ulin tersebut. barang masih dikalimantan. kata sopir2 ulin biasanya dicampurkan dengan kayu yg legal waktu pengiriman. saya di banyuwangi kadang2 ditrenggalek dirumah istri saya.

  8. pakgatod Says:

    barangya bagus ga ada bolong2.

  9. Kami pengrajin seni senjata tajam kalimantan dan seni ukiran ornamen asli kalimantan(di kerjakan oleh putra-putra suku banjar,paser,dan dayak) dari kutai timur kalimantan  timur, menerima pesanan untuk semua jenis mandau,ornamen seni ukiran tatah dan lading aruh, bahan yang kami gunakan pada bilah mandau buatan kami adalah ‘waja bulanak’ baja berkualitas dengan keseimbangan carbon tepat sehingga menghasilkan bilah mandau yang sangat kuat dan sangat tajam,memiliki kelenturan yang sangat baik meskipun di pijak dengan 2 kaki sekalipun akan tetap kembali lurus seketika,serta ketajamanya yang tidak mundur setelah tebasan pada kayu ulin maupun tulang tetap menyayat kertas lembut,mandau yang di buat dengan penuh dedikasi dan seni tentunya sangatlah berbeda di bandingkan mandau souvenir pada umumnya, hulu, kumpang mandau,telabang(tameng),dan ornamen buatan kami berbahan tanduk payau dan kayu kalimantan yang kaya akan fariasi,seperti kayu hirang,ulin,gading,halaban,jingah(rengas),maharbaliq, dan sumpung,setiap ornamen,tema,dan ukiran akan selalu berbeda untuk setiap pemesanan mandau, demi menjaga kualitas asli dan agar memenuhi peruntukan para pecinta seni senjata tajam,seni ukir,dan handicraft. 

    BORNEO LETHAL ART FINAL FRONTIER

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Pak Hayat, akan lebih bagus lagi kala di berikan alamat lengkap bengkel seni nya / toko. atau kalau ada website / blog nya bisa di cantumkan sehingga jika ada yang berminat bisa langsung berhubungan langsung dengan bapak atau dapat melihat foto hasil handicraft yang bapak hasilkan

      Salam

      • Terimaksih sblumnya bpk suyanto alamat website kami adalah mandauborneo.com ,dan alamat bengkel kami di jl,yos sudarso 1 gg,arjuna sangatta,kutai timur kab,kalimantan timur,contac person:hayatullah 0813 4789 2583
        Salam BORNEO LETHAL ART FINAL FRONTIER

      • suyanto hadimihardjo Says:

        Wah say amendukukung tuh perajin Mandau. Apalagi di Sanggata. nggak jauh dari Bontang tempat saya bekerja. nanti kalau ada kesempatan saya mau main ke bengkelnya bapak. Semoga Usaha bapak tambah maju ya. Salam

  10. karaeng1990 Says:

    pak apa ya kepanjangan dari T.et B

    • suyanto hadimihardjo Says:

      Mohon maaf saya juga tidak mengerti kepanjangan yg di maksud. sebagian Web yang mengulas tentang kayu ulin memang mencantumkan nama tsb. tapi tidak ada penjelasan lebih lanjut

      Salam

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: